Bagaimana mungkin gulungan lakban dan selembar terpal justru melahirkan salah satu strategi pemasaran paling jenius di dunia? Itulah ironi yang terjadi pada FIFA dalam gelaran Piala Dunia 2026 di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA memiliki aturan yang sangat ketat: melarang merek non-sponsor muncul di area turnamen demi melindungi hak eksklusif bernilai triliunan rupiah milik mitra korporat resmi mereka. Sponsor utama seperti Coca-Cola atau Visa membayar triliunan rupiah agar merek mereka menjadi satu-satunya yang bersinar. Sebagai imbalan, FIFA wajib menjamin bahwa investasi mahal tersebut bersih dari gangguan kompetitor. Jika merek non-sponsor dibiarkan tampil gratis, para sponsor resmi akan merugi dan enggan mendanai turnamen di masa depan. Demi menegakkan aturan ini, FIFA mulai beraksi dengan menutupi identitas asli beberapa stadion menggunakan terpal dan logo turnamen. Korban utamanya? Levi’s Stadium. Karena Levi's bukan sponsor resmi, FIFA memutuskan untuk menutup logo raksasa merek jin ikonik tersebut dengan terpal besar. Namun, langkah kaku FIFA ini justru menjadi kesalahan besar yang berhasil dimanfaatkan Levi’s menjadi momentum pemasaran yang brilian. alih-alih protes atau menuntut, Levi's memilih untuk "merayakan" sensor tersebut. Levi’s mengubah foto profil Instagram resmi mereka menjadi gambar logo mereka yang sengaja disensor atau ditutupi. Mereka mengerahkan truk-truk dengan papan iklan berjalan di luar area stadion. Di badan truk tersebut, tertulis kalimat provokatif: "Tidak ada yang bisa dilihat di sini," lengkap dengan grafis terpal tiruan yang seolah-olah menutupi logo raksasa mereka. Strategi pemasaran gerilya ini, justru berkebalikan dari apa yang diinginkan FIFA. Bukannya membuat penonton abai, truk-truk misterius itu justru menjadi magnet perhatian bagi orang-orang yang sedang berjalan menuju stadion. Orang-orang mulai mengambil foto dan mengunggahnya ke media sosial hingga menjadi viral.
Bayangin. Lu baru pindah klub. Belum main semenit pun. Tapi lu beli iklan di koran cuma buat nulis: 'Sama-sama.' Ini adalah ...
Ini mungkin iklan sepatu cerdas di dunia, kamu harus melihat ini. Puma adalah sponsor Cucurella dan mereka mengirimkan sepatu baru untuk dipromosikan olehnya. Dia seharusnya memamerkannya di pertandingan, tetapi promosi itu malah menjadi bumerang. Di pertandingan lawan Tottenham pada Desember 2025 lalu, Cucurella terpeleset dua kali sehingga menyebabkan dua gol untuk tim lawan hanya dalam 10 menit. Dia dengan cepat mengganti sepatunya dan melanjutkan pertandingan. Setelah laga, dia memposting foto sedang membuang sepatu itu ke tempat sampah, tetapi segera menghapusnya. Namun tak lama kemudian, Puma memanfaatkan momen tersebut menjadikannya sebuah iklan dengan adegan Cucurella ngepel lantai ditambah slogan: “Bukan tentang bagaimana kamu terpeleset, tapi bagaimana kamu bangkit kembali.” #shortsvideo #football #sepakbola #beritabola #infobola #shortsyoutube #updatebola #footballshort
Hanya Dari Pelanggaran Ini, Nike Bisa Dapatkan Iklan yang Sangat Menguntungkan! Di pertandingan Argentina vs Chile di Copa America 2024 lalu, Nicolas Gonzales melakukan pelanggaran dengan memegang kaki pemain Chile Habis itu,du internet, beredar foto Nicolas memegang kaki lawan yang kebetulan memakai sepatu Nike. Foto itupun diedit jadi Iklan Nike dengan tulisan “Semua Orang Ingin Sepasang”, seakan-akan Nicolas ingin sepasang sepatu Nike. Sayangnya, Nike tidak pernah secara resmi menggunakan foto tersebut untuk iklannya. Foto iklan itu hanyalah sebuah editan seorang editor di Linkedin, #shortsvideo #football #sepakbola #beritabola #infobola #shortsyoutube #updatebola #footballshort
Saat sesi tayangan iklan yang menampilkan skill Mesut Ozil yang sedang mempertontonkan kepiawaiannya dalam melakukan ...
Lama tidak terlihat, Tiba-tiba Ronaldinho jadi bintang iklan terbaru Shopee. Publik kembali dihebohkan dengan kemunculan ...