Pelatih ini rela kehilangan Piala Dunia demi Salat Jumat. Di tengah ajang Piala Dunia 2026, nama Pape Thiaw, pelatih Senegal, mendadak menjadi sorotan. Bukan karena taktik atau strategi. Melainkan karena satu jawaban yang membuat ruang konferensi pers terdiam. Semuanya bermula ketika cuaca buruk dan angin kencang melanda wilayah tempat tim Senegal menginap di New Jersey, Amerika Serikat. Petugas keamanan meminta semua tim tetap berada di hotel demi keselamatan. Namun saat waktu sholat jumat tiba, Pape Thiaw tetap membawa para pemain muslimnya pergi ke masjid. Seorang jurnalis kemudian bertanya, "Mengapa Anda tetap keluar hanya untuk shalat?". Jawaban Thiaw langsung membuat ruangan hening. "Kalian takut pada angin. Sementara kami takut kepada Allah yang menciptakan angin." Lalu ia menambahkan sesuatu yang lebih mengejutkan. "Bahkan jika final Piala Dunia dimainkan pada hari Jumat, kami tetap akan keluar untuk sholat jumat, meskipun harus kehilangan gelar juara." Bagi Pape Thiaw, sepak bola adalah pertandingan. Tetapi ibadah adalah tujuan hidup. #shorts #viral
Sebelum pertandingan dimulai, para pemain Prancis sudah tampak kesulitan. Koper berjatuhan di mana-mana, tas diseret-seret, para pemain terlihat lelah setelah penerbangan, kecuali satu orang, Mbappe, sang raja, yang tidak bepergian seperti orang biasa. Dia keluar dari pesawat dengan tangan kosong sementara pelatih dan staf membawakan barang bawaannya. Video itu langsung viral. Orang-orang mulai berkata, " Kediktatoran ini akan menghancurkan Prancis." Kemudian FIFA memperburuk keadaan. Mereka memberinya lencana emas khusus di jerseynya untuk menghormati sepatu emas Piala Dunia terakhirnya. Kemudian pertandingan dimulai dan seperti biasa, sang jenderal memberikan hasil. Police memberikan umpan indah dan Mbappe melihatnya. Selesai. Semua kritik langsung lenyap. Kemudian Barcola mencetak gol lagi . Permainan berakhir. Atau begitulah yang mereka pikirkan. Di menit terakhir, Senegal mencetak gol. Tiba-tiba, stadion menjadi riuh. Fans Senegal kehilangan akal sehat. Seluruh tempat mulai bergetar. Para pemain berlari kembali ke lingkaran tengah. Semua orang percaya gol penyama akan datang. Kemudian sang jenderal merasa kesal. Semua kebisingan itu jelas mengganggu ketenangannya. Jadi, dia mengambil bola dari jarak sekitar 30 yard, melihat ke arah Dia mencetak gol, mengabaikan semua orang, dan menendangnya masuk. Dia tidak hanya menghancurkan mimpi comeback Sagal , tetapi juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis dengan 58 gol. Setelah semua itu, mereka tetap memberikan penghargaan pemain terbaik kepada si cuek.
Empat tahun lalu, dia datang ke Piala Dunia sebagai pemain yang bahkan tidak memiliki nomor punggung. Di Qatar 2022, Oh Hyeon-gyu hanya berstatus pemain ke-27 Korea Selatan. Ia ikut merasakan atmosfer turnamen, tetapi tidak bermain satu menit pun. Saat kesempatan itu akhirnya datang di Piala Dunia 2026, nasib kembali mengujinya. Beberapa hari sebelum laga pembuka, ia terserang demam tinggi dan kehilangan tempat di susunan starter. Di lapangan, Korea Selatan kesulitan. Mereka bahkan tertinggal lebih dulu dari Ceko. Ketika keadaan mulai genting, pelatih akhirnya menoleh ke bangku cadangan. Menit ke-68, Oh Hyeon-gyu masuk dan menjalani debut Piala Dunia yang telah ia tunggu selama bertahun-tahun. Lalu di menit ke-80, setelah Korea Selatan menyamakan kedudukan, momen itu datang. Memanfaatkan ruang yang terbuka, Oh menyambut umpan matang dan melepaskan tembakan yang menghujam gawang Ceko. Gol. Korea Selatan berbalik unggul 2-1. Malam itu, pemain yang empat tahun lalu datang tanpa nomor punggung justru dinobatkan sebagai Man of the Match di panggung terbesar sepak bola dunia. #korea #pialadunia #soccer #football #sepakbola #pemainsepakbola
Kenapa sih para pemain timnas Norwegia ngelakuin sesi foto Piala Dunia pakai jersei yang beda-beda? Gara-gara ide jenius ini, Norwegia bener-bener layak dapet trofi buat sesi foto terbaik di Piala Dunia 2026 nih. Setelah penantian panjang selama 24 tahun akhirnya lolos lagi ke Piala Dunia, Norwegia gak mau bikin konsep yang biasa aja. Pertama, Haaland dan kawan-kawan ngelakuin sesi foto bertema Viking di tepi laut lengkap dengan pakaian ala prajurit Viking asli—dan kerennya, ini semua asli tanpa sentuhan eai sama sekali. Gak sampai di situ, sesi foto kedua dibikin super sinematik. Mereka pake jersei resmi Piala Dunia yang terinspirasi dari bendera Norwegia, lalu duduk berjejer rapi berurutan. Visualnya bener-bener estetik dan memanjakan mata. Puncaknya di sesi foto ketiga, di mana setiap pemain dibebasin buat pake jersei retro dari klub masa kecil tempat mereka pertama kali memulai karier sepak bola. Ide sekreatif ini bener-bener berkelas dan penuh respect, salut buat Norwegia. #shortsvideo #football #sepakbola #beritabola #infobola #shortsyoutube #updatebola #footballshort
Signal Iduna Park selalu menjadi tempat yang menakutkan bagi Real Madrid. Dalam enam kunjungan sebelumnya, Los Blancos ...
Penampilan impresif ditunjukkan JTEKT Stings Aichi pada perebutan tempat ketiga AVC Men's Volleyball Champions League ...
Mesut Ozil membongkar kebiasaan Cristiano Ronaldo di tempat latihan yang jarang diketahui orang. Bukan sekadar bakat, tapi ...