Pratama Arhan, selalu cepat merespon saat rekannya terkapar akibat pelanggaran brutal. Rasa solidaritasnya tinggi — ia datang tanpa ragu, ingin menolong. Namun ketika Arhan sendiri yang terkapar… Ia justru terdiam sendirian. Tak ada yang datang mendekat dan berniat menolongnya.