Kerusuhan terjadi usai pertandingan Liga 1 BRI antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pada pertandingan tersebut, Arema FC mengalami kekalahan dari Persebaya 2-3. Akibat kerusuhan supporter, menurut laporan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Dirmanto Minggu pagi, 129 orang meninggal dunia. Rinciannya 34 korban tewas di dalam stadion. Sisanya meninggal dalam perawatan di rumah sakit. Berdasarkan update pada pukul 04.00 pagi, kericuhan juga menelan 180 korban luka-luka. 13 mobil juga dilaporkan rusak. 10 di antaranya mobil dinas polisi. Sisanya mobil pribadi. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan kerusuhan diduga terjadi lantaran suporter Arema FC kalah dari Persebaya. Suporter Arema yang kecewa turun ke lapangan untuk mencari pemain Arema FC. Sekira 3.000 suporter turun ke lapangan hingga polisi melakukan pencegahan.Kapolda menduga salah satu penyebab banyaknya korban meninggal karena kehabisan oksigen akibat berdesakan. Sementara terkait tindakan penembakan gas air mata, Nico mengungkapkan tindakan itu merespon kelakuan suporter. Saat ini sekitar 180 korban lain masih dalam perawatan. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti insiden itu. Polda juga mengucapkan belasungkawa dan berjanji akan melakukan langkah-langkah agar tidak terjadi insiden serupa. Sumber : Kompas.com Editor video :Bayu Rusbianto Narator : Rezky Amaliah Editor Naskah : Rina Eviana Dewi Produser : Ribut Raharjo (brs) #RusuhStadionKanjuruhan #Kerusuhansuporterarema #aremavspersebaya