Komentar Coach Rasiman dan Kanu usai pertandingan pekan ketujuh BRI Liga 1 2022/2023 melawan tim tuan rumah Borneo FC ...
Coach Rasiman dan Zanadin memberikan komentarnya usai berhasil mengamankan 3 poin di kandang setelah membekuk ...
berita persis solo,berita persis,berita persis solo terbaru,persis solo,berita persis solo terbaru hari ini,persis solo terbaru,cerita ...
#mafiabola #pssi #wasit Wasit Thoriq Alkatiri yang memimpin laga Persija Jakarta melawan Madura United mendapat sorotan tajam dari pelatih Laskar Sappe Kerab, Rasiman usai tiga penalti yang buat Macan Kemayoran menang 4-0 pada laga di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12). Saat konferensi pers, Rasiman meyakini jika laga di pekan ke-32 Liga 1 2019menjadi penting buat Persija untuk mengamankan posisi keluar dari zona degradasi. Menurut Rasiman, teknologi VAR (Video Assistant Referee) penting untuk menghindari yang namanya mafia bola atau asas prasangka kepada wasit. Sebab keputusan yang didapat melalui VAR dianggap bisa lebih objektif. Persija menang 4-0 atas Madura United berkat hattrick penalti dari Marko Simic pada menit ke-21, 29 dan perpanjangan waktu babak pertama. Satu gol tambahan diceploskan gelandang serang, Ramdani Lestaluhu di menit ke-26. Ya kita doakan saja semoga tidak ada lagi kejadian mafia bola di gelaran sepak bola dalam negri
Trimakasih telah klik vidio ini jangan lupa LIKE,KOMEN & SUBCRIBE,agar tidak ketinggalan info-info madura united. Raut kekecewaan tak dapat terhindar dari wajah para pemain Madura United. Mereka berjalan keluar lapangan sambil tertunduk lesu melihat hasil pertandingan di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Rabu malam (28/8/2019). Dalam laga ini, Madura United tidak menang, tidak juga kalah. Mereka ditahan imbang 1-1 oleh tamunya, Semen Padang, dalam laga tunda pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019. Meski tidak kalah, hasil ini sulit diterima. Madura United yang berstatus tim papan atas tak dapat berbuat banyak menghadapi Semen Padang. Permainan mereka monoton. Padahal, tamunya merupakan tim yang sedang menghuni posisi dasar klasemen. "Kami belum bisa meyakinkan pemain untuk tampil lebih baik. Kami sudah mengalami peningkatan dalam penguasaan bola. Sementara lawan hanya punya satu tembakan tepat sasaran dan berbuah gol," ucap Rasiman, pelatih interim Madura United, setelah laga. Satu gol yang dicetak oleh Madura United merupakan gol bunuh diri. Bola sepakan Alfath Faathier berusaha dibuang oleh Agung Prasetyo yang malah masuk ke gawangnya sendiri pada menit ke-18. Selebihnya, Madura United memang mendominasi permainan. Tapi, tim berjulukan Laskar Sape Kerap itu tak bisa berbuat banyak di depan gawang. Dalam situasi itu, Semen Padang melakukan serangan mematikan. Karl Max melepas tembakan dari luar kotak penalti yang menjadi gol penyama kedudukan pada menit ke-78. "Ini menjadi pelajaran berharga buat kami sehingga gol itu terjadi. Awalnya mungkin kami terlalu banyak salah. Tapi, kami sebenarnya memulai laga dengan baik. Gol bunuh diri itu terjadi berkat permainan agresif kami," ucap pelatih sementara Madura United itu.