Saksikan Live Streaming KB FINANCIAL GROUP Indonesia Masters 2022 Court 1 & Court 2 Hanya di Official Youtube PBSI : Badminton Indonesia Hafiz FAIZAL/Melati Daeva OKTAVIANTI (INA) vs (INA) Ghana Muhammad AL ILHAM/Indah Cahya Sari JAMIL
ILHAM RIO FAHMI KAGUM MELIHAT FANATISME JAK MANIA TERHADAP PERSIJA JAKARTA! GOL PERSIJA VS BORNEO ...
Pertandingan PSM Makasar (1) vs (1) Arema FC (5/9/2021) Liga 1 Indonesia #ilhammudinarmaiyn #short #sepakbola ...
Spor Toto 1.Lig Play-Off Final karşılaşmasında İstanbulspor, #Bandırmaspor'u 2-1 mağlup ederek Süper Lig'e çıkarken, maçın ardından #İstanbulspor Teknik Direktörü #OsmanZekiKorkmaz karşılaşmayı değerlendirdi. 17 sezon sonra yeniden Süper Lig’e dönen İstanbulspor’un Teknik Direktörü Osman Zeki Korkmaz ise “Şampiyonlukla biten bu hikayenin, 96 yılık mazimizde bazı parçalar var. Çok geri gitmeyeceğim. 14 yıl önceye gideceğim. Fenerbahçe alt yapısında genç bir antrenörken profesyonelde çalışmaya karar vermiştim. O dönem beklerken rahmetli, nurlar içinde yatsın Ömer Saraylıoğlu, 2009 yılında beni genç takımın başına getirmek için çağırmıştı. Bende profesyonel çalışmak istediğim için Ömer amcamızın teklifini reddetmiştim. 14 yıl sonra yeğeni Ömer Saraylıoğlu’nun davetiyle birlikteliğimiz bu güne geldi. İstanbulspor, Türk futbolunun ihtiyacı olan, hep konuştuğumuz üretmek, denk bütçeyle yönetmek, kurumsal kimliği kuvvetlendirmek kavramlarının karşılığını bulduğu kulüp aslında. Tek bir eksiği var belki; ilk bakıldığında tribünler çok dolu değil. Ama şöyle görüyorum; burası dönmeyi düşünmeyenlerin, önce vatan diyenlerin kulübü. 14’lük, 15’lik geri dönmeyi düşünmeyen İstanbul liseli şehitlere selam olsun. Şampiyonluğumuz tüm şehitlerimize armağan olsun. İstanbulspor üreten kimliğiyle ve toplumsal hafızamızda yer etmiş büyük olayların renkleriyle herkesin, dönmeyi düşünmeyenlerin birinci takımı olabilir. Bundan sonraki bütün gücümüzle, aynı kimlikle yarışmaya devam edeceğiz” şeklinde konuştu. “Sezon boyunca en modern futbolu biz oynadık” İki takımın oyunu arasındaki farkla ilgili soruyu cevaplayan teknik direktör Korkmaz, “Finaller tek başına kurgulanmaz. 9 aydır var ettiğimiz, olgunlaştırdığımız oyun kültüründen feragat etmedik. Finallerde çok yüksek şiddetli baskı altında oynamanız gerekir. Rakip final baskısını bizden daha fazla hissetti. Biz finalde olsa, kupa finali ya da lig finali, her yerde her zaman aylar boyu kendi olgunlaştırdığımız oyunu oynadık. Bizi kuvvetli kılan da buydu. Kimse yanlış anlamasın ama 1.ligin en modern ve göze hoş gelen futbolunu oynayan bizdik sezon boyunca. Oyun oynamaya çakşırken basit goller de yedik ama biz sonucu korumak için oyun formasyonumuzu değiştirmedik. Kendi oyunumuzda ısrar ettik ve oyunu olgunlaştırdık. Bu oyun bizi finalde Süper Lige taşıdı. Süper Lig’de de bundan vazgeçmeyeceğiz” diye konuştu. Kocaelispor’a öğüt: “Kurumsallıkta bizi örnek alın” Küme düşen Kocaelispor’un sahasında şampiyonluk kupası kaldırmakla ilgili olarak ise genç teknik adam “Belki Türk futbol kamuoyu bir üst ligde Kocaelispor’u isterdi. Çünkü harika bir taraftar topluluğu var. Büyük bir camia. Ama bu büyük camiaların da bence bizim gibi kurumsal yapısını kuvvetlendirmiş ve bir plan üzerine inşa edilmiş başarılardan örnek almaları gerekiyor. Sadece popüler hareketlerle, büyük transferlerle şampiyonluk gelmiyor. Doğru bir kurguyla şampiyonluk geliyor. Kocaelispor’a ligin ilk haftalarında yenildiğimizde de ligi zirvede bitireceğimizden emindik. Bugün de çok büyük coşku yaşamıyorum. Çünkü beklediğim bir şeydi. Asıl şampiyon olmasaydık büyük bir yıkım yaşardım” dedi. “Taraftarı Bandırmaspor’un önümüzdeki senenin şampiyonluk yürüyüşünü başlattı” Bandırmaspor taraftarına özel bir parantez açan Korkmaz, “Önümüzdeki sene Bandırmaspor yarışacaksa bugün maç sonu taraftarın tavrından ilham alabilirler. Çünkü stadı terk etmediler. Kaybeden takımlarını tribüne çağırıp alkışladılar. Bence önümüzdeki senenin şampiyonluk yürüyüşü başlatan bir hareketti. Eğer bunu kulüp doğru kurgulayabilirlerse” sözlerini kaydetti.
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, terjatuh saat sesi warm up atau pemanasan MotoGP Mandalika pada Minggu (20/03/2022) pagi. Marc Marquez mengalami highside crash saat berupaya membelokkan motornya di Tikungan 7. Insiden ini dapat dibilang cukup fatal karena motor dan tubuh Marquez sampai terlempar ke udara. Akibat insiden itu, Marquez dipastikan batal mengikuti balapan MotoGP Indonesia yang berlangsung hari Minggu ini. Simak informasinya dalam video berikut. Video Jurnalis: Syalutan Ilham Penulis: Arwar Ferdian Penulis Naskah: Anasthasya Narator: Anasthasya Video Editor: Anasthasya Produser: Adisty Safitri #MotoGPMandalika #MotoGP2022 #SuaraKompas #JernihkanHarapan Artikel ini bisa dilihat di : https://video.kompas.com/watch/113089/marc-marquez-batal-ikut-balapan-usai-terjatuh-di-mandalika
Marco Motta dan Marco Simic Tak Tampil, Persija Kalah dari Bali United di BRI Liga 1 Bola.com, Denpasar - Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, buka suara mengenai Marco Motta dan Marko Simic yang tak tampil saat bersua Bali United pada laga pekan ke-29 BRI Liga 1 2021/2022, Minggu (6/3/2022). Pada laga yang digelar di Stadion Ngurah Rai, Sudirman memainkan Ilham Rio Fahmi untuk mengisi posisi Marco Motta sebagai bek kanan Persija Jakarta. Adapun Taufik Hidayat didapuk sebagai pengganti Marko Simic di lini depan. Kedua pemain sama sekali tidak diberi kesempatan turut serta dalam laga tersebut. Padahal, Motta dan Simic ada di bangku cadangan dan masuk daftar susunan pemain Persija. "Saya pikir begini, kami itu punya 35 pemain yang semuanya siap bermain dan tidak main. Semua bermain sesuai dengan apa yang diinginkan dengan taktik dan lawan beserta segala strateginya," kata Sudirman usai laga. "Semua pemain Persija saya anggap pemain inti. Jadi, siapa pun yang main, siapa pun yang tidak main, mereka harus siap dan harus mendukung tim," tegas Sudirman. Persija Jakarta akhirnya menelan kekalahan 1-2 dari Bali United. Gol Bali United dicetak Ilija Spasojevic (34') dan Lerby Eliandry (83'), sedangkan gol Persija dibukukan Irfan Jauhari (77'). Kesalahan Kecil Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, juga menyayangkan kekalahan 1-2 yang dialami timnya dari Bali United. Menurut Sudirman, kesalahan kecil yang dilakukan pemainnya jadi penyebab hasil minor tersebut. "Pertandingan berjalan baik dan bagus karena kami jual beli serangan. Pada babak pertama kami punya beberapa peluang yang sayang belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Kemudian pada babak kedua pun berjalan dengan baik kami memiliki beberapa peluang," kata Sudirman usai laga. "Akan tetapi, kesalahan-kesalahan kecil membuat lawan bisa melancarkan counter attack sehingga bisa terjadi gol. Semoga ke depannya kesalahan-kesalahan tidak terjadi lagi dan peluang yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik," tegas Sudirman. Sumber : https://www.bola.com Instagram : https://www.instagram.com/vam.sport/ #Persija #BaliUnited #Liga1
mini match Bali United VS PSM Makasar. Bali United batal menang atas PSM Makassar dalam laga pekan ke-23 Liga 1 2021-2022, Senin (7/2/2022). Laga yang digelar Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, berkahir dengan kedudukan imbang 2-2. Dua gol dari Bali United dicetak oleh Stefano Lilipaly (18') dan Ilija Spasojevic (45'). PSM Makassar membuat gol melalui Delfin Rumbino pada menit ke-39 dan Yakob Sayuri (90+1') Hasil ini sekaligus membawa skuad Bali United gagal menempel ketat Arema FC walau tetap di posisi tiga besar klasemen sementara dengan koleksi 45 poin. Sementara itu, PSM Makassar naik ke peringkat ke-10 menggeser PSS Sleman dengan torehan 28 poin karena unggul produktivitas gol. Babak Pertama Bali United bermain menekan sejak menit awal permainan dan terus memberi ancaman bagi PSM Makassar.Rangkaian serangan yang terus dibangun akhirnya membuahkan gol di menit ke-18 melalui Stefano Lilipaly. Gol terjadi melalui umpan lambung dari sisi kiri lapangan kemudian berhasil dieksekusi Stefano Lilipaly dengan sempurna dan membuat Bali United unggul 1-0. Sampai di 30 menit pertandingan Bali United masih berusaha menambah keunggulan dan terus berupaya menekan PSM Makassar.Namun tiba saat menit ke-39 PSM Makassar berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Delfin Rumbino. Tak lama berselang, Bali United kembali menambah gol dan mengubah kedudukan menjadi 2-1 melalui gol Ilija Spasojevic (45') dan menutup babak pertama dengan keunggulan tipis. Babak Kedua Memasuki babak berikutnya, kembali permainan berlangsung dengan tempo cepat dan PSM Makassar masih berupaya menyamakan kedudukan. Sampai pada 60 menit permainan, Bali United masih memimpin penguasaan bola namun belum ada gol susulan yang terjadi. Beberapa kali kesempatan emas tercipta untuk Bali United namun eksekusi yang dilakukan belum berhasil menjebol gawang Hilman Syah. Tiba pada 70 menit pertandingan, tempo permainan mulai menurun. Bali United lebih bermain aman dan sedikit memberi ancaman bagi PSM Makassar. Sementara itu, PSM Makassar masih menemui jalan buntu dalam membangun serangan untuk menciptakan gol penyeimbang. Saat kedudukan 2-1 dan Bali United diperkirakan akan menang tercipta gol penyama PSM Makassar pada penghujung pertandingan. Menit ke-90+1, Yakob Sayuri membuat gol dan laga Bali United vs PSM Makassar selesai tanpa pemenang dengan skor 2-2. Susunan Pemain Bali United: Wawan Hendrawan; Ricky Fajrin, Willian Silva Costa, Leonard Tupamahu, I Made Andhika; Brwa Hekmat, Eber Bessa, Moh. Sidik, Stefano Jantje Lilipaly, Ilija Spasojevic, Privat Mbarga Pelatih: Stefano Cugura PSM Makassar: Hilman Syah; Zulkifli Syukur, Ganjar Mukti, Hasim Kipuw, Abdul Rachman; Delfin Rumbino, Muhammad Arfan; Yakob Sayuri, Willem Jan Pluim, Muhammad Rizky, Ilham Udin Armaiyn Pelatih: Joop Gall
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Semen Padang FC baru saja meraih hasil kurang maksimal pada laga lanjutan Grup A Liga 2 musim 2021 menghadapi PSMS Medan. Pada laga itu Semen Padang FC hampir saja mengalami kekalahan menghadapi Ayam Kinantan pada Kamis (14/10/2021) yang bermain dengan 10 pemain sejak menit 32. Hanya menghadapi 10 pemain PSMS, Kabau Sirah sempat kewalahan di awal babak kedua.Bahkan harus tertinggal oleh gol Joko Susilo. Joko Susilo berhasil memanfaatkan bola hasil tembakan bebas Ilham Fathoni yang ditangkap kurang sempurna oleh Iqbal Bachtiar penjaga gawang SPFC. Melalui gol Joko Susilo di menit 48 itu, Semen Padang FC sempat kewalahan untuk bisa kembali menyamakan kedudukan. Peluang Semen Padang FC untuk menyamakan kedudukan sebenarnya besar. Namun Dedi Gunawan Cs masih belum bisa memaksimalkannya. Bahkan sampai memasuki menit 80, SPFC masih juga tertinggal dari PSMS. Beragam pergantian pemain yang dilakukan Weliansyah juga belum membawakan hasil. Hingga akhirnya umpan panjang Dedi Gusmawan ke sisi kiri pertahanan PSMS di sambut oleh Vivi Asrizal pada menit 84. Vivi Asrizal yang tidak terdeteksi keberadaannya oleh pemain PSMS berhasil menyambut umpan tersebut. Pemain kelahiran Aceh tersebut datang seperti pahlawan bagi Kabau Sirah dan berhasil menyelamatkan 1 poin pada laga ketiga Semen Padang FC. Selain jadi juru selamat SPFC, gol yang dilesatkan pemain berposisi sebagai penyerang sayap itu juga menjadi awal terbukanya kran gol Vivi Asrizal di Liga 2. Terakhir kali Vivi Asrizal mencatatkan namanya di papan skor pada tahun 2018 silam. Setidaknya sudah 3 tahun lamanya Vivi Asrizal tidak lagi mencetak gol untuk tim yang ia bela. Menanggapi gol ini Vivi Asrizal mengaku sangat senang, karena pada akhirnya bisa kembali mencetak gol. "Alhamdulillah sekali bisa bikin gol lagi, setelah terakhir tahun 2018," ucapnya saat dihubungi Sabtu (16/10/2021). Gol terakhir yang diciptakan Vivi Asrizal pada 2018 silam itu, saat masih membantu Persiraja untuk lolos ke Liga 1. "2018 itu saya masih berseragam Persiraja Banda Aceh, waktu itu golnya di babak 8 besar," sambungnya. Ia juga mengutarakan rasa syukur sekaligus haru atas gol yang tercipta pada laga melawan PSMS kemarin. "Pastinya senang dan terharu juga bisa kembali cetak gol, tapi masih belum bisa bawa tim meraih 3 poin," ujarnya. Vivi Asrizal juga berandai jika pada laga kemarin selain mencetak gol timnya bisa menang pasti akan ada perasaan berbeda Andaikan menang semalam pasti sangat-sangat berkesan untuk saya pribadi dan bisa membantu tim," bebernya. "Tapi patut disyukuri juga hasil yang sudah kita dapatkan, mugkin udah segitu rezeki kita," tuturnya. ~Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji