PSS Sleman vs Arema Malang - Copa Dji Sam Soe 2005
Tepat hari ini (9 Mei 2020), Eks Pemain Arema, Hasyim Kipuw genap berusia 32 tahun. Pemain asal Tulehu yang memperkuat Singo Edan di dua periode itu setidaknya sudah mengoleksi enam trofi juara bersama Arema. Datang pertama kali di awal musim Indonesia Super League (ISL) 2013, mantan pemain Persija Jakarta ini menjadi andalan pelatih Arema kala itu , Rahmad Darmawan di posisi bek sayap kanan. Bersama skuad yang dijuluki Los Galacticos itu Kipuw tampil sebanyak 28 pertandingan (2117 menit) dan membawa Arema menjadi runner-up ISL 2013. Dilansir Wearemania.net, Manisnya gelar juara baru dicicipinya di akhir musim bersama pelatih karteker Joko Susilo (setelah Rahmad Darmawan ke Timnas Indonesia). Gelar juara turnamen Menpora Cup 2013 berhasil dimenangkannya bersama penggawa Singo Edan lainnya. Usai berseragam Persebaya ISL di musim 2014, Hasyim Kipuw memutuskan kembali ke Arema di ajang QNB League 2015 yang akhirnya dibubarkan. Meski demikian, di musim keduanya ini, lima trofi mampu diraih eks pemain Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2011 itu. Pada masa pramusim sebelum QNB dihelat, Kipuw memenangi tiga trofi sekaligus. Di bawah asuhan pelatih Suharno, Arema meraih juara Trofeo Persija Cup 2015, SCM Cup 2015, dan Inter Island Cup 2014. Dua trofi lainnya didapat pemain yang sempat berganti nomor punggung dari 13 ke 59 itu di turnamen setelah QNB League 2015 dibubarkan. Setelah membawa Arema menjuarai Sunrise of Java Cup 2015 di Banyuwangi, Kipuw kembali meraih gelar juara di ajang Bali Island Cup 2015.
Persija Jakarta meraih angka penuh di pertandingan kandang pindahan keduanya di Solo. Menghadapi Arema, tim ibukota itu menang tipis 1-0. Dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (6 Mei 2012), Persija menang berkat gol tunggal Pedro Javier di pertengahan babak kedua. Kemenangan tersebut mengatrol posisi "Macan Kemayoran" ke peringkat tiga di klasemen sementara. Dengan nilai 38 dari 23 laga, mereka melangkahi Persiba Balikpapan dan Persiwa Wamena. Sebaliknya, Arema tak berhasil beranjak dari posisinya di dasar klasemen. "Singo Edan" bergeming sebagai juru kunci dengan 20 poin dari 24 pertandingan. Pertandingan Persija-Arema berjalan menarik. Sejumlah peluang diciptakan kedua kesebelasan, tapi tidak ada yang berbuah gol sampai 45 menit berakhir. Dua satu kans terbaik dimiliki Arema. Di menit 20 Sunarto melepaskan tembakan keras ke arah gawang Persija, tapi bola masih bisa ditepis kiper Galih Sudaryono. Beberapa menit kemudian, umpan lambung terarah dari M. Ridhuan bisa disundul Herman Dzumafo di depan gawang, tapi bola melesat di atas mistar. Persija meningkatkan kualitas permainannya di babak kedua. Mereka pula yang berhasil mengubah papan skor menjadi 1-0. Di menit 60, dari umpan terobosan Bambang Pamungkas, Pedro Javier berhasil menembus pertahanan Arema sebelum menaklukkan kiper pengganti Kurnia Meiga. Arema mencoba menyerang habis-habisan terutama di 10 menit terakhir, yang membuat Persija harus bertahan. Namun upaya mereka tak berhasil dan tetap kehilangan angka. Persija, yang empat hari lalu ditahan Persela 1-1 di partai kandang pertamanya di Solo, pun memetik kemenangan. Manajer Arema, Sunavip Indratta mengatakan pemainnya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencetak gol. Pemain disebutnya sudah mengeluarkan seluruh kemampuan. Pemain disebutnya hanya punya waktu dua hari untuk pemulihan kondisi. Bahkan ada pemain yang dipaksakan bermain meskipun kondisinya tidak fit. "Tapi ternyata itu belum cukup," ujarnya. Dia mengakui dengan hasil ini, perjuangan Arema untuk lepas dari zona degradasi akan makin berat. Tapi dia tetap optimistis bisa lolos dari degradasi.