Ternyata Posisi Favorit Olise Bukanlah Sayap by @Debug Bola - Post Details

Ternyata Posisi Favorit Olise Bukanlah Sayap

Ternyata posisi favorit Michael Olise bukanlah sayap. Padahal musim lalu ia mencetak 22 gol dan 31 assist bersama Bayern Munich. Hampir semua kontribusi itu lahir dari sisi kanan serangan. Karena itulah banyak orang menganggap posisi tersebut adalah tempat terbaik untuknya. Masalahnya, pemain muka datar ini ternyata punya pendapat berbeda. Dalam sebuah wawancara, ia diminta menyebut posisi yang paling nyaman untuk dirinya. Jawabannya justru bukan posisi yang membuatnya menjadi bintang Bayern hari ini. Jadi, jika bukan sayap, posisi apa yang sebenarnya paling disukai Michael Olise? Ternyata jawabannya adalah nomor 10, gelandang serang. Dan itu bukan jawaban asal-asalan. Olise memang tumbuh sebagai gelandang serang sejak kecil dan beberapa kali memainkan peran tersebut bersama Prancis. #football #sepakbola #olise #prancis #bayern

Similar Posts!

Sang Bintang Baru Korea Selatan: Oh Hyun-Gu
Sang Bintang Baru Korea Selatan: Oh Hyun-Gu

Empat tahun lalu, dia datang ke Piala Dunia sebagai pemain yang bahkan tidak memiliki nomor punggung. Di Qatar 2022, Oh Hyeon-gyu hanya berstatus pemain ke-27 Korea Selatan. Ia ikut merasakan atmosfer turnamen, tetapi tidak bermain satu menit pun. Saat kesempatan itu akhirnya datang di Piala Dunia 2026, nasib kembali mengujinya. Beberapa hari sebelum laga pembuka, ia terserang demam tinggi dan kehilangan tempat di susunan starter. Di lapangan, Korea Selatan kesulitan. Mereka bahkan tertinggal lebih dulu dari Ceko. Ketika keadaan mulai genting, pelatih akhirnya menoleh ke bangku cadangan. Menit ke-68, Oh Hyeon-gyu masuk dan menjalani debut Piala Dunia yang telah ia tunggu selama bertahun-tahun. Lalu di menit ke-80, setelah Korea Selatan menyamakan kedudukan, momen itu datang. Memanfaatkan ruang yang terbuka, Oh menyambut umpan matang dan melepaskan tembakan yang menghujam gawang Ceko. Gol. Korea Selatan berbalik unggul 2-1. Malam itu, pemain yang empat tahun lalu datang tanpa nomor punggung justru dinobatkan sebagai Man of the Match di panggung terbesar sepak bola dunia. #korea #pialadunia #soccer #football #sepakbola #pemainsepakbola



Momen Langka Pelatih Masuk Lapangan Dan Melakukan Kontribusi Gol
Momen Langka Pelatih Masuk Lapangan Dan Melakukan Kontribusi Gol

Gak ada yang lebih gila di Premier League selain momen pelatih ngelepas jasnya buat tampil di lapangan. April 2014, Manchester United krisis total setelah David Moyes dipecat. Mereka terpaksa nunjuk legenda umur 40 tahun, Ryan Giggs, jadi pelatih interim, sekaligus ngidupin lagi peran player-manager buat empat laga sisa. Tapi Giggs punya rencana spesial di laga kandang terakhirnya. Tanggal 6 Mei 2014 lawan Hull City, dia nyadangin dirinya sendiri dan melatih pake jas lengkap di 1 jam pertama. Namun, saat Man United udah unggul 2-1, Gemuruh tribun Old Trafford nuntut dia buat main untuk terakhir kalinya. Di sinilah dia ngelakuin aksi yang rasanya seperti di skrip film. Menit 70an, dia berhenti melatih, melepas jasnya buat nunjukin jersey di dalemnya, lalu jalan ke wasit untuk mengesahkan pergantian dirinya sendiri. Dia masuk ke lapangan buat nggantiin pemain debutan, Tom Lawrence. Tapi dia belum selesai. Dia masuk bukan cuma buat dadah-dadah perpisahan, karena di menit ke-87, Giggs melihat pergerakan Robin van Persie dan melepaskan umpan akurat buat gol pengunci kemenangan. Dia mengakhiri kariernya dengan sebuah assist buat buktiin kalau dia tetep bosnya, baik di dalem maupun di luar lapangan. Cuma berselang beberapa minggu setelah itu, Giggs ngumumin pensiun resminya buat jadi asisten manajer tetap di klub. #soccer #football #manchesterunited #ryangiggs #robinvanpersie #sepakbola #sepakboladunia



Courtois Mogok, Chelsea Bonyok
Courtois Mogok, Chelsea Bonyok

Hanya butuh waktu 48 jam mogok latihan bagi Courtois untuk membuat klub raksasa sekelas Chelsea menyerah. Tahun 2011, Chelsea mendatangkan kiper muda asal Belgia bernama Thibaut Courtois. Awalnya, dia dipinjamkan ke Atletico Madrid. Namun saat kembali ke Chelsea, dia telah berkembang menjadi mesin penyelamat di bawah mistar. Dia membantu Chelsea raih dua gelar Premier League, dan membawa Belgia finis di peringkat tiga Piala Dunia 2018. Di titik itu, dia merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dibuktikan di Inggris. Namun beberapa minggu kemudian, Courtois mengejutkan fans Chelsea karena menolak hadir di sesi latihan. Courtois ngebet balik ke Spanyol demi anak-anaknya. Dia sudah meminta dijual sejak Maret, namun manajemen terus mempersulitnya hingga musim panas. Puncaknya di awal Agustus. Saat rekan setimnya kembali latihan, Courtois sengaja menghilang demi memaksa klub melepasnya. Strategi nekat ini berhasil. Hanya dua hari mogok latihan, Chelsea menyerah dan menerima tawaran 35 juta poundsterling dari Real Madrid. Kepindahan ini membelah opini fans. Sebagian mengecamnya sebagai pengkhianat yang egois. Namun sebagian lagi menyalahkan manajemen Chelsea yang lambat memperbarui kontrak dan mengabaikan faktor keluarga sang pemain. References: https://www.mirror.co.uk/sport/football/news/thibaut-courtois-real-madrid-full-13049294 https://www.espn.com.au/football/story/_/id/37559853/thibaut-courtois-real-madrid-move-chelsea-not-wrong-reasons-agent https://www.theguardian.com/football/2018/aug/06/thibaut-courtois-fails-to-report-for-training-chelsea https://www.espn.co.uk/football/story/_/id/37569459/chelsea-frustrated-courtois-broken-promises-claim-sources #football #sepakbola



Debut Paling gak Masuk Akal Dalam Sepak Bola (Zlatan)
Debut Paling gak Masuk Akal Dalam Sepak Bola (Zlatan)

Bayangin. Lu baru pindah klub. Belum main semenit pun. Tapi lu beli iklan di koran cuma buat nulis: 'Sama-sama.' Ini adalah ...