FaktaBola Harian's user profile page. Match highlights, posts and more on site!“” Report User |
Wasit ini terkena hantaman bola di kepala, dan apa yang terjadi selanjutnya benar-benar tidak terduga. Wasit tergeletak di lapangan, merasa pusing, dan tidak mampu melanjutkan pertandingan. Pertandingan pun dihentikan selama 14 menit karena mereka bingung harus berbuat apa. Tidak ada wasit cadangan, karena satu-satunya wasit lain yang tersedia sudah menggantikan peran hakim garis, dan sekarang mereka membutuhkan ofisial keempat.
Tahukah kamu bahwa karier seorang pemain ini berakhir karena dia mencetak gol? Pada Piala Dunia 2002, dalam pertandingan babak 16 besar antara Italia dan Korea Selatan, kedua tim bermain imbang 1-1 setelah pertandingan penuh kontroversi akibat keputusan wasit yang berat sebelah. Di babak tambahan, Jung Hwan mencetak gol yang membuat Korea Selatan menang dan menyingkirkan Italia dari turnamen. Masalahnya, Jung Hwan saat itu bermain untuk klub Italia, Perugia. Setelah gol tersebut, presiden Perugia mengatakan bahwa mencetak gol yang menyingkirkan negara tempat dia bekerja adalah sebuah pengkhianatan. Dia juga menyatakan bahwa tidak mungkin membayar gaji pemain yang dianggap menghancurkan sepak bola Italia, dan memutuskan untuk mengakhiri kontraknya.
Inilah alasan mengapa Luis Suarez dianggap salah satu pemain paling kontroversial dalam sejarah sepak bola. Di Piala Dunia 2010, Ghana dan Uruguay bertemu di perempat final dalam salah satu pertandingan paling seru di turnamen tersebut. Skor imbang 1-1, dan pertandingan hampir memasuki adu penalti. Namun, di detik-detik terakhir babak perpanjangan waktu, Ghana mendapatkan peluang emas dari tendangan bebas. Bola terlihat akan masuk ke gawang, dan Ghana hampir menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Tapi Luis Suarez punya rencana lain.
Wow, ini adalah salah satu momen paling unik dalam sejarah sepak bola! Dalam pertandingan antara Bayern Munich dan Bayer Leverkusen, terjadi insiden yang membingungkan. Pada awalnya, pemain Leverkusen, Amine Adli, terjatuh di kotak penalti setelah terinjak lawan. Wasit mengira dia diving dan memberi kartu kuning. Adli tentu saja tak terima dan protes habis-habisan. Tapi setelah mengecek VAR, wasit menyadari itu memang pelanggaran. Dia pun langsung mencabut kartu kuning dan memberikan penalti untuk Leverkusen. Apakah sudah selesai? Ternyata tidak! Hanya 10 menit kemudian, Adli kembali dijatuhkan di kotak penalti. Kali ini, wasit bersikeras bahwa Adli lagi-lagi melakukan diving dan memberinya kartu kuning kedua. Namun, Adli tetap tenang dan meminta wasit mengecek VAR. Dan ternyata, wasit kembali keliru! Dia pun segera mencabut kartu kuning dan memberikan penalti kedua untuk Leverkusen. Tidak ada yang dapat menyamai kebingungan dan kesalahan wasit secara beruntun seperti ini. Momen unik ini pasti akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola!