#persebaya#bonek#protes# Tidak puas dengan hasil Persebaya hingga pertandingan dipekan ke 11, Bonek yang menempati tribun utara melakukan protes pada saat Persebaya menjamu Persipura di GBT.Kali ini mereka melakukan protes secara elegan yakni mengosongkan tribun serta membentangkan poster tuntutan ke tim Persebaya.
BANTUL - PSIM Jogja berhasil mengalahkan Persewar Waropen dalam pertandingan ketujuh yang dilakoninya di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (29/7). Gol semata wayang kemenangan Laskar Mataram dicetak Raphael Maitimo menit 61 dari titik penalti. Dengan hasil kemenangan keempatnya ini, mengatrol posisi Aditya Putra Dewa dkk ke posisi tiga klasemen sementara Liga 2 wilayah timur. Mengoleksi 12 poin dari 7 laga. Atau terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen Persik Kediri dan kalah selisih gol dari Persewar Waropen. Sementara menguntit di bawahnya calon lawan pekan berikutnya, Bogor FC Sulut United dengan selisih satu poin. Bermain di hadapan publik sendiri, PSIM bermain tanpa juru gedor Cristian Gonzales. Hasilnya memang kurang tajam. Serangan juga masih kurang kreatif. Nyaris tidak banyak peluang berbahaya yang dihasilkan di babak pertama. Pun dengan tim tamu yang sepertinya hanya mengincar hasil imbang. Tercermin dari skor sebelum turun minum, imbang kacamata. Selepas rehat, tak mau malu di kandang, PSIM meningkatkan intensitas serangan. Bermain lebih spartan dan berani menusuk sepertinya membuahkan hasil. Terbukti, akselerasi Rossi Noprihanis berbuah peluang emas satu-satunya di laga itu. Tusukannya yang berujung tekel pemain tim tamu membuat wasit menghadiahi penalti di menit 60. Meskipun ditolak habis-habisan oleh pasukan Elie Aiboy. Sampai-sampai, protes berjalan beberapa menit sampai ke tengah lapangan. Tapi wasit pada keputusannya. Maitimo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Bola sepakan 12 pasnya meluncur mulus ke gawang Mutiara Bakau, julukan Persewar. Tertinggal, Persewar mencoba menyamakan skor. Permainan keras menjurus kasar diperagakan Okto Maniani dkk. Hasilnya, Viktor Pae yang melanggar Agung Pribadi harus mandi lebih dulu setelah diusir wasit dengan kartu merah. Sampai laga bubaran, skor tidak berubah. PSIM tetap mengamankan tiga poin. Menjadi bekal positif sebelum melakoni laga melawan Sulut United pekan depan. (riz) VIDEOGRAFER: RIZAL SN/RADAR JOGJA VIDEOEDITOR: OKTAVIANO DP/RADAR JOGJA . . Ikuti juga akun kami: Instagram : @radarjogja Line : radarjogjaofficial Twitter : @radarjogja Website : radarjogja.jawapos.com/ . Alamat : Jl. Ring Road Utara no.88 (Barat Polda DIY), Yogyakarta 55281 Telpon : (0274) 4477785 Radar Jogja Channel tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE.
Laga PSS Sleman vs Borneo FC, Diwarnai Insiden Wasit Salah Cabut Kartu . Keputusan kontroversial mewarnai laga PSS Sleman kontra Borneo FC di leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (20/2/2019) malam. Laga yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut harus terhenti sekira 20 menit di awal babak pertama. Terhentinya laga bermula ketika wasit Iwan Sukoco salah mencabut kartu sewaktu penggawa PSS Sleman, Sidik Saimima terlibat kontak fisik yang menyebabkan penggawa Borneo FC, Wahyudi Hamisi terkapar. Berniat memberi kartu merah pada Sidik Saimima, Iwan Sukoco malah mengeluarkan kartu kuning pada eks pemain Perseru Serui tersebut. Sidik Saimima yang merasa diganjar kartu kuning lantas kembali melanjutkan permainan. Namun ketika pertandingan telah dilanjutkan, gestur tubuh pengadil pertandingan justru meminta Sidik Saimima untuk keluar dari pertandingan. . Benar saja, keputusan tersebut lantas menuai tanya oleh para penggawa PSS Sleman sembari melancarkan protes atas keputusan tersebut. Situasi sempat memanas ketika para penggawa PSS Sleman tak puas atas penjelasan wasit yang tetap tak bergeming. Alih-alih situasi panas mereda, keputusan nyeleh kembali dikeluarkan Iwan Sukoco yang juga memberikan kartu merah pada Wahyudi Hamisi, pemain yang sempat terlibat kontak fisik dengan Sidik Saimima. Praktis kubu Borneo FC giliran melancar protes keras sembari mencoba menanyakan keputusan memberi kartu merah pada Wahyudi Hamisi. Penggawa Pesut Etam serta pelatih Fabio Lopez pun mencoba menenangkan Wahyudi Hamisi yang tampak emosional atas kartu merah yang ia terima, lalu pertandingan pun kembali dilanjutkan.
Repost: @akmalmarhali #DAGELANBOLA DI GRUP A LIGA 2 #SOS-19112018 - #DagelanBola terjadi di laga pamungkas #GrupA Babak 8 Besar #liga2indonesia2018. Di waktu berbarengan empat tim bertarung untuk memperebutkan dua tiket ke semifinal. @semenpadangfcid menjamu @kaltengputra_id sementara @acehunited yang sudah tak lolos menjamu @psmpmojokerto. Intrik pertama terjadi di laga #semenpadang vs #kaltengputra. Pihak tim tamu protes dengan kebijakan wasit yang ditugaskan. Mereka menolak bertanding bila wasit yang memimpin tetap berasal dari Sumatera. Alasannya etika. Komisi Wasit PT Liga Indonesia Baru #LIB menugaskan Nasri (Riau) Syahrial Panggabean (Sumut), Asri (Riau), Rorim Situmerang. Diprotes lalu PSSI mengambil kebijakan mengganti wasit dengan mengirim PSSI Ahmad Tuharea asal Sulawesi Selatan, didampingi Fajar Sigit Prasetiyo dari Jawa Tengah dan Arsyad Najamudin dari Kalimantan Timur. Tapi, kebijakan tersebut tidak jadi dilakukan. Wasit tetap seperti keputusan awal dan Kalteng Putra yang berencana mogok justru menerimanya. Saya langsung menyatakan ini kode. Dua tim akan lolos dengan "kesepakatan". Fakta di lapangan, Kalteng Putra unggul lebih dulu via gol I Made Wirahadi. Dibalas dua penalti @mandacingi dan ditutup gol injurytime @risky_novriansyah. Dan, nasib Kalteng Putra untuk lolos tergantung hasil #acehunited vs #psmp di Stadion Cot Gopu, Bireuen, yang tertunda 10 menit dari laga yang harusnya main bersamaan. PSMP unggul lebih duli lewat gol Indra Setiawan. Disamakan Hardani menit 32, dan M. Zaka membawa Aceh United unggul 2-1 dan menambah jadi 3-1 menit 61. Indra Setiawan memperkecil ketinggalan jadi 3-2 pada menit 80. Dan, DAGELAN terjadi pada menit 88 saat PSMP memdapatkan penalti. Bukan Indra yang mengeksekusi, tapi Krisna Adi. Lihat rekaman video betapa bola penalti sengaja dieksekusi menjauh dari gawang. Mojokerto Putra mengalah untuk meloloskan SP dan Kalteng Putra. @pssi__fai lewat Komite Fair Play dan Kepatuhan serta Departemen Intelegent harus mengusut tuntas. Kenapa ini semua terjadi yang merusak citra kompetisi. #sepakbolatanparekayasa #sepakbolatanpamafia
Protes keras diperlihatkan para pemain Persib Bandung kepda wasit setelah laga tandang di markas PSM Makassar. Pertandingan antara dua tim papan atas Liga 1 2018 tersebut dimenangkan oleh Juku Eja dengan skor 1-0 berkat gol Guy Junior jelang babak kedua berakhir. Ikuti akun resmi Goal Indonesia: Facebook: https://www.facebook.com/goal.indonesia/ Instagram: https://www.instagram.com/goalcomindonesia/ Twitter: https://twitter.com/GOAL_ID Google+: https://plus.google.com/+goalcomindonesia Halaman khusus: Persib: http://bit.ly/2Kzb7vF PSM: http://bit.ly/2JhzxKM #persib #psm #liga1
Laga pekan keempat Liga 1 2018 antara Arema FC kontra Persib Bandung berlangsung ricuh, Minggu (15/4). Pertandingan harus dihentikan pada menit 90+2 lantaran suporter masuk ke dalam lapangan. Masuknya suporter memicu kondisi tidak kondusif. Para pemain dan wasit langsung berlari ke ruang ganti. Para steward dan anggota TNI-Polri pun seakan tak mampu mengahalau massa yang semakin tak terkendali. Hal itu diduga dipicu karena hasil imbang yang didapat Singo Edan serta protes atas kepemimpiman wasit, Handri Kristanto asal Jawa Tengah. Akibat ricuh tersebut, dilaporkan banyak korban yang harus mendapat perawatan intensif karena terkena lemparan maupun gas air mata. Para korban dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat di Kepanjen. Seperti diketahui, pertandingan itu langsung dinyatakan selesai dengan hasil akhir 2-2. https://malangvoice.com/video-detik-detik-pertandingan-kisruh-antara-arema-fc-vs-persib-bandung/
Sriwijaya FC kumpulkan tiga kartu kuning hingga menit ke-73. Reinaldo Lobo juga kebagian kartu usai dinilai lakukan protes berlebihan ke wasit. Ia sebelumnya lakukan pelanggaran di kotak penalti. Makan Konate memanfaatkan hal itu dengan jebol gawang lawan dalam eksekusi penalti di menit ke-76. Skor jadi 0-2 untuk keunggulan Sriwijaya FC. Gempuran-gempuran PSMS jelang akhir laga benar-benar luar biasa saat tim lawan bisa tetap tenang jaga keunggulan mereka. Adam Alis sempat harus sebentar terkapar dilapangan usai dihantam Yessoh. Ia langsung diganti Nur Iskandar. Tambahan waktu 3 menit tak rubah skor akhir 0-2 untuk kemenangan kubu Sriwijaya FC.
Hasil laga PSIS Semarang vs PSPS Riau di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (21/11/2017) berakhir dengan skor 1-1. Hasil ini membuat PSIS lolos ke semifinal Liga 2, unggul selisih gol dari PSPS. Laskar Mahesa Jenar mendampingi Persebaya yang terlebih dahulu lolos ke smifinal. Memasuki menit-menit terakhir babak kedua, laga berjalan panas. Keputusan wasit untuk memberikan kartu merah kepada pemain PSPS membuat laga menjadi ricuh. Laga sempat berhenti sebentar namun kembali berjalan. Di detik-detik akhir laga kericuhan kembali terjadi. Kericuhan bermula saat pemain PSPS dilanggar oleh pemain PSIS di dekat kotak penalti. Kesempatan untuk menciptakan gol bagi PSPS itu lenyap, karena wasit malah menghentikan pertandingan. Hal ini memicu protes keras dari official dan pemain PSPS. Wasit dikejar oleh salah satu official PSPS sampai pinggir lapangan.