Kualitas timnas sepak bola Indonesia kini tak terbayangkan 20 tahun lalu. Bandingkan dengan Jepang yang maju pesat, Qatar ...
Kiper ini harus rela batal debut di tim nasional, gara-gara jejak digital yang pernah dia ucapkan di delapan tahun lalu. Ini tentang Zacharie Boucher, pesepakbola yang harus merasakan pelajaran berharga lewat cara yang paling memalukan. Tahun 2018 lalu, karier Boucher lagi perlahan menanjak. dia pernah tampil di kelompok umur timnas Prancis. Urusan waktu saja buat bersaing di timnas utama. Saat federasi Madagascar mencoba mengajaknya bergabung karena dia punya garis keturunan, Boucher menolak mentah-mentah lewat statement di media. Dia mengaku orang Prancis dan bukan Madagascar. Dan dia gak bakal pernah mau mengenakan jersey negara selain Prancis. Waktu berlalu dan roda berputar. Masuk tahun 2026, usia Boucher sudah 34 tahun dan cuma jadi kiper cadangan di klub kasta ke dua Prancis. Mimpinya membela timnas senior Prancis jelas sudah mati. Di titik ini, pelatih Madagascar tiba-tiba kembali memanggilnya untuk kualifikasi Piala Afrika. Melihat ini sebagai kesempatan terakhirnya merasakan panggung internasional, Boucher menerima panggilan tersebut. Nama dia resmi masuk daftar skuad. Tapi Boucher lupa satu hal: suporter punya ingatan yang sangat tajam. Cuma dalam hitungan jam, netizen Madagascar ramai-ramai membongkar kembali wawancara Boucher di tahun 2018. Amarah publik pecah di media sosial. Dia diserang habis-habisan karena dianggap menjadikan negara nenek moyangnya cuma sebagai ban serep setelah tidak pernah dipanggil di Prancis. Gelombang protes itu bikin situasi internal memanas. Cuma dua hari setelah namanya diumumkan, Federasi Sepak Bola Madagascar mengambil tindakan. Panggilan Boucher resmi dicabut! Dia dicoret bahkan sebelum sempat terbang dan menginjakkan kaki di pemusatan latihan. #bolasenpai #football #sepakbola #beritabola #infobola #shortsyoutube #updatebola #footballshort #shortsvideo #infosepakbola #beritasepakbola #faktabola #faktasepakbola
Bayangkan Ronaldinho sudah siap merayakan solo run tercantik dalam hidupnya. Kiper sudah mati langkah, gawang kosong, tinggal cetak gol. Tapi tiba-tiba, rekan setimnya datang dan menyentuh bola di detik terakhir, lalu selebrasi seolah baru saja memenangkan trophy ucl. Dan ternyata, Ronaldinho bukan satu-satunya korban. Saat Manchester United mendapat tendangan bebas, bola jatuh ke kaki Matt. Tendangannya sempurna, bola bahkan membentur tiang. Tapi Pogba tiba-tiba menyentuh bolanya. Hasilnya Offside dan Gol dibatalkan. Belum selesai. Ronaldo pernah melewati Piqué lalu melakukan tendangan lob ke pojok gawang. Bola hampir masuk, tapi Nani datang menyambar di depan gawang tapi hasilnya offside. Bayangkan jika goal itu disahkan. Coleman juga pernah kena. Setelah mempermalukan lawan dan membuat Ederson tak berkutik, bolanya melambung sempurna ke gawang. Penonton sudah bersorak, Tapi Calvert-Lewin tiba-tiba berubah jadi Superman dan menyundul bolanya. Dan terakhir, Ronaldo lagi. Tendangan bebas dari sudut mustahil melewati kolong kiper dan perlahan masuk ke gawang. Tapi Ramsey muncul di detik terakhir. dengan satu sentuhan Dan gol Ronaldo resmi dirampok. Padahal goal itu seharusnya milik ronaldo lagi.
Dia Dibully Timnya Sendiri, Lalu Memutuskan Untuk Balas Dendam!
Jangan lupa Subscribe, aktifkan lonceng notifikasi, lalu Like, Komentar, dan Bagikan video ini agar kamu tidak ketinggalan ...
Jangan lupa Subscribe, aktifkan lonceng notifikasi, lalu Like, Komentar, dan Bagikan video ini agar kamu tidak ketinggalan ...
Cristiano Ronaldo menunjukkan kecerdasan luar biasa dalam proses gol ini. Berawal dari pergerakan tanpa bola, ia menerima umpan terobosan sebelum dua kali mengecoh lawannya. Bek Belanda kehilangan keseimbangan, lalu kiper kembali dibuat salah membaca arah tembakan. Salah satu penyelesaian paling cerdas yang pernah diperlihatkan Ronaldo.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Mesut Özil? Dulu, dia adalah raja assist dunia. Bersama Real Madrid, Özil berkali-kali membuat Cristiano Ronaldo mencetak gol, lalu membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 sebagai salah satu playmaker terbaik di generasinya. Tapi setelah itu, semuanya berubah. Pada tahun 2018, Özil mendapat kritik dan sorotan besar di Jerman setelah fotonya bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan memicu kontroversi. Merasa dijadikan kambing hitam, dia memutuskan pensiun dari timnas Jerman di usia baru 29 tahun. Karier klubnya pun ikut meredup. Saat Mikel Arteta melatih Arsenal, Özil tak lagi masuk rencana tim dan bahkan tak didaftarkan ke skuad Liga Inggris. Dia sempat mencoba bangkit bersama Fenerbahçe dan İstanbul Başakşehir, tetapi cedera dan masalah kebugaran membuatnya jarang bermain. Akhirnya, pada tahun 2023, Mesut Özil resmi pensiun dari sepak bola. Kini, dia dikenal dengan transformasi tubuhnya yang kekar sebagai penggemar bodybuilding, dan juga semakin aktif di dunia politik serta kegiatan publik di Turki.